voxutama.com/ – Sebuah video yang memperlihatkan aksi dugaan premanisme di Pasar Baru Kota Bekasi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengacak-acak dagangan pedagang sayur yang tengah berjualan di area pasar, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Ramayana.
Peristiwa tersebut menuai kecaman dari netizen, terutama para pelaku usaha kecil yang merasa terintimidasi oleh ulah yang diduga dilakukan oleh preman pasar. Seiring dengan beredarnya video, pesan keluhan juga menyebar luas melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Salah satu isi pesan berbunyi:
“Halo Pak/Bu selamat pagi,
Izin pak/bu, tolong pak diusut untuk premanisme di Pasar Baru samping Ramayana. Kami pedagang sayur kecil sering dimintai Rp2 ribu atau Rp5 ribu tergantung permintaan preman. Jika tidak dikasih, kami dimarahi, bahkan dilarang jualan. Dan besoknya saya ditandai, tidak bisa jualan di sana lagi, Pak.”
Keluhan tersebut menyoroti dugaan praktik pungli yang dilakukan secara rutin oleh pelaku kepada para pedagang kecil. Bila tidak memenuhi permintaan tersebut, para pedagang mengaku mendapatkan intimidasi dan bahkan diusir dari lokasi dagangannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindakan atas laporan yang viral ini. Namun, sejumlah warga dan pedagang berharap adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk menertibkan aktivitas premanisme yang meresahkan tersebut.
Pasar Baru Kota Bekasi selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat yang padat, terutama pada pagi hari. Oleh karena itu, situasi kondusif menjadi kunci agar pedagang kecil bisa menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.
Pemerintah Kota Bekasi diharapkan segera turun tangan menindaklanjuti aduan warga demi menjaga ketertiban serta memberi rasa aman bagi para pelaku usaha mikro.

